Jakarta, infoberitadunia – Siapa sangka, seporsi ayam geprek bisa jadi penyelamat hubungan yang nyaris kandas? Itulah yang terjadi pada pasangan viral ini, yang ceritanya ramai diperbincangkan di media sosial.
Di era digital saat ini, curhatan soal hubungan asmara memang sering berseliweran di media sosial, terutama yang melibatkan makanan. Tidak sedikit pasangan yang bertengkar hanya karena urusan sepele seperti pilihan tempat makan, menu favorit, atau bahkan sekadar siapa yang harus membayar. Namun, uniknya, makanan juga kerap menjadi “juru damai” bagi banyak pasangan, seperti yang dialami oleh pasangan ini.
Batal Putus Gara-Gara Ayam Geprek
Kisah ini dibagikan oleh seorang pengguna X (sebelumnya Twitter) melalui akun @tanyakanrl pada tanggal 19 Maret. Dalam unggahannya, ia memposting tangkapan layar percakapannya dengan sang kekasih, yang ia sebut sebagai ‘Pacar Hitam’.
Awalnya, percakapan tersebut menunjukkan tanda-tanda hubungan mereka di ujung tanduk. Sang wanita menegaskan keinginannya untuk mengakhiri hubungan, menyuruh kekasihnya fokus pada dirinya sendiri.
“Aku nggak nangis. Aku cuma pengen putus aja. Makasih, ya,” tulisnya dengan tegas.
Namun, sang kekasih tak tinggal diam. Alih-alih membiarkan pertengkaran merenggangkan hubungan mereka, ia memilih cara yang cukup manis — mengirimkan makanan. Tak lama kemudian, ia mengirimkan bukti pesanan dari sebuah gerai ayam geprek ternama, lengkap dengan menu jumbo andalan.
“Dimakan ya, kamu jangan nangis lagi. Oke? Aku masih sayang kamu kok,” balas sang kekasih.
Tindakan sederhana namun penuh makna ini sukses meluluhkan hati kekasihnya. Tak hanya membuat hubungan mereka membaik, kisah ini juga mengundang perhatian ribuan netizen yang ikut berkomentar.
Netizen: “Makanan Emang Jalan Tengah!”
Cuitan tersebut langsung viral, mengundang berbagai respons lucu hingga serius dari netizen. Banyak dari mereka yang mengaku punya pengalaman serupa, di mana makanan menjadi solusi atas pertengkaran yang terjadi dalam hubungan mereka.
“Dulu pacarku sering banget beliin makanan tiap habis ribut. Seneng sih, tapi lama-lama sadar juga, jangan gampang minta putus,” tulis akun @ind**.
Ada juga yang bercanda soal nasib jomblonya, “Kenapa aku gak punya pacar ya, padahal gak pernah ngambek terus minta dijajanin ayam geprek,” komentar akun @ye**.
Namun, tak semua netizen memberikan tanggapan positif. Beberapa menilai bahwa mengancam putus dalam hubungan bukanlah hal yang sehat, apalagi jika diikuti dengan gesture yang dianggap sebagai “rayuan sementara”.
“Dulu mantan pacarku juga gini. Tiap komunikasi kacau, dia gak mau berubah, malah kirim makanan random biar aku gak pergi. Ini manipulasi emosional, bukan solusi,” kritik akun @fr***.
Makanan dan Hubungan: Antara Penyatu atau Pemicu Masalah?
Fenomena seperti ini bukan hal baru. Psikolog hubungan menyebutkan bahwa makanan bisa berperan besar dalam dinamika pasangan. Mulai dari meningkatkan bonding lewat makan bareng, hingga menjadi alat kompromi saat terjadi konflik.
Namun, penting juga untuk memahami bahwa solusi yang ideal dalam hubungan adalah komunikasi terbuka dan sehat, bukan sekadar “menambal” masalah dengan gesture sesaat, seperti mengirim makanan. Jika pertengkaran terjadi berulang, fondasi komunikasi yang kuat tetap menjadi kunci utama agar hubungan bertahan.
Kisah viral ini menjadi bukti bahwa makanan memang punya tempat spesial dalam kehidupan, tak hanya sebagai pengisi perut, tapi juga pengikat emosi. Namun, hubungan yang kuat tidak bisa hanya bergantung pada seporsi ayam geprek, melainkan juga pada keterbukaan, kepercayaan, dan rasa saling pengertian.